Sunday, October 26, 2008

Cari keuntungan dengan cara yang halal. Itu menjadi bukti kesuksesan kita berbisnis dengan Tuhan

By Dana Anwari. “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.“ Begitu kubaca dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147.
(This is) the truth from your Lord. So be you not one of those who doubt.

Lalu, mengapa kita rusak hati kita dengan menjadi orang peragu, yang menempatkan diri di antara keimanan dan kekafiran?
Bila kita menyantap sesuatu yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan diri kita jadi rusak?
Bila kita menikmati kesenangan yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan jiwa kita jadi rusak?
Kerusakan diri dan jiwa itu menjadikan seluruh kesuksesan yang pernah kita capai jadi rusak pula, tiada berarti.
Jadikanlah keuntungan bisnis yang kita raih menjadi suatu keuntungan di mata Tuhan.
Jadikanlah kesuksesan bisnis yang kita raih menjadi suatu kesuksesan di mata Tuhan.

Marilah kita ingat ajaran Nabi kita, Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim (913): Hadis riwayat Nu’man bin Basyir ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda (Nu’man menggerakkan jari-jemari ke telinganya), “Sesungguhnya perkara yang halal itu telah jelas dan perkara yang haram itu pun telah jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (tidak jelas hukumnya) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, barangsiapa menghindari perkara syubhat, ia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan orang yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti telah terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembalakan di sekitar tempat terlarang, maka kemungkinan besar gembalaannya akan masuk ke tempat terlarang itu.
Ketahuilah! Sesungguhnya setiap penguasa itu memiliki daerah terlarang.
Ketahuilah! Sesungguhnya daerah terlarang milik Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya.
Ketahuilah! Sesungguhnya di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka akan baik pula seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka akan rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.”

bisnislami.blogspot.com
***

Membangun kebersamaan bisnis yang kokoh tidak mungkin terjadi bila mengabaikan visi ketauhidan

By Dana Anwari. Visi ketauhidan adalah cara memperkokoh bangunan kebersamaan bisnis yang berdaya tahan lama.
Semua khilaf yang terjadi dikembalikan kepada Tuhan.
Semua salah yang mengganggu dikembalikan kepada Tuhan.
Tiada manusia yang sempurna. Hanya Tuhan Yang Maha Sempurna.
Bila yang khilaf dan bersalah menyadari kesalahannya lalu memperbaiki kinerjanya dan bertanggungjawab menyelesaikan tugasnya hingga berhasil, bukan hanya mitra bisnisnya yang tersenyum. Tuhan pun tersenyum.
Tuhan menyukai orang yang berbuat dosa lalu memohon ampunan-Nya dengan tidak mengulangi dosanya, bahkan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik lagi.

Ingatlah firman-Nya yang selalu bisa kita baca dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

And hold fast, all of you together, to the Rope of Allâh (i.e. this Qur’ân), and be not divided among yourselves, and remember Allâh’s Favour on you, for you were enemies one to another but He joined your hearts together, so that, by His Grace, you became brethren (in Islâmic Faith), and you were on the brink of a pit of Fire, and He saved you from it. Thus Allâh makes His Ayât (proofs, evidence, verses, lessons, signs, revelations, etc.,) clear to you, that you may be guided.
bisnislami.blogspot.com
***

Salahkah kita bila mengharapkan surga-Nya?

By Dana Anwari. "Apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan,” demikian Tuhan berfirman dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 162-164, “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul (Muhammad) dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Is then one who follows (seeks) the good Pleasure of Allâh (by not taking illegally a part of the booty) like the one who draws on himself the Wrath of Allâh (by taking a part of the booty illegally - Ghulul )? - his abode is Hell, and worst, indeed is that destination! They are in varying grades with Allâh, and Allâh is All-Seer of what they do. Indeed Allâh conferred a great favour on the believers when He sent among them a Messenger (Muhammad saw) from among themselves, reciting unto them His Verses (the Qur’ân), and purifying them (from sins by their following him), and instructing them (in) the Book (the Qur’ân) and Al-Hikmah (the wisdom and the Sunnah of the Prophet saw (i.e. his legal ways, statements, acts of worship)), while before that they had been in manifest error.

Tiada hal lain yang hendak kita capai di dunia ini selain keridaan Allah atas segala perbuatan yang kita niatkan dan kita kerjakan. Dengan keridaan Allah, kita akan menikmati keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat.
Pencapaian kepada keridaan-Nya membuat kita diberi yang terbaik oleh Allah, meskipun terkadang kita merasa pemberian-Nya adalah bukan yang terbaik bagi kehidupan kita. Bila yang diberikan Allah kepada kita pun memang yang tidak menyenangkan di dunia ini, yakinlah, dengan tetap teguh di jalan yang diridai-Nya, maka kita bakal meraih kebaikan-Nya yang sempurna di akhirat, yakni surga-Nya.

“Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”.
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Begitu Tuhan kita berfirman, dicatat dalam surat Al Maidah ayat 119-120 Al Quran.
Theirs are Gardens under which rivers flow (in Paradise) - they shall abide therein forever. Allâh is pleased with them and they with Him. That is the great success (Paradise). To Allâh belongs the dominion of the heavens and the earth and all that is therein, and He is Able to do all things.

Jadi, raihlah dulu rida Allah. Dengan meraih rida Allah, maka kita akan memperoleh surga-Nya.

Tidak salah bila kita shalat karena merindukan surga-Nya. Tapi, kunci masuk ke surga-Nya adalah keridaan-Nya. Maka, marilah kita isi hidup dan kehidupan kita di dunia ini dengan jejak langkah di jalan yang diridai-Nya guna mencapai keridaan-Nya. Agar Allah rida kepada kita karena kita telah rida kepada Allah.
bisnislami.blogspot.com
***

Selalu mengindahkan persetujuan relasi bisnismu akan menciptakan kelanggengan bisnis

By Dana Anwari. Prinsip jual beli adalah ada yang menjual dan ada yang membeli. Bila menjual tanpa ada yang membeli, maka pekerjaan menjual itu tiada gunanya. Bila ingin membeli tetapi tidak ada yang menjual, maka "kekayaan" kita yang digunakan untuk membeli jadi tiada arti.
Begitupun dengan mitra bisnis kita. Kehadirannya telah membuat bisnis kita lebih bermakna. Hargailah mitra kita. Jangan abaikan pendapatnya, kritikannya dan pujiannya. Ingatlah tujuan bisnis bersama: goal kita adalah diberkati Tuhan. Itulah salah satu ukuran penilaian sudah seberapa benar iman dan amal saleh kita.
Simaklah firman Allah swt yang mengajarkan kebenaran-Nya kepada kita, dalam Al Quran surat Shaad ayat 24: Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini.

And, verily, many partners oppress one another, except those who believe and do righteous good deeds, and they are few." And Dâwûd guessed that We have tried him and he sought Forgiveness of his Lord, and he fell down prostrate and turned (to Allâh) in repentance.

Simaklah pula ajaran Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim (918):Jabir ra. berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berserikat dengan orang lain dalam memiliki rumah atau pohon kurma, maka ia tidak boleh menjualnya sebelum memberitahukan kawan serikatnya, apabila ia rela, maka ia boleh mengambil (harganya) dan jika tidak suka, maka ia harus meninggalkan (tidak menjual).
bisnislami.blogspot.com
***

Jadikan setiap perjanjian bisnis tidak mengkhianati perjanjian kita dengan Allah

By Dana Anwari. Ketika masih berupa roh, manusia telah berjanji kepada Tuhannya. Ia akan melaksanakan fitrah kemanusiaannya untuk menyungkur bersujud menyembah Allah. Apa pun kehidupan yang dilakoninya, adalah suatu usaha untuk menyembah-Nya, yakni melaksanakan amanah-Nya.
Ada di surat dan ayat berapakah firman Allah yang mengabarkan hal itu dalam Al Quran?

Alhamdulillah, Allah Maha Pemaaaf atas kesalahan kita bila kita belum sanggup menanggung beban amanat-Nya. Kita yang masih belum berhasil melaksanakan amanat-Nya masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Buktinya? Umur kita telah dipanjangkan-Nya, kita belum mati. Berarti kita masih dikasih kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri.
Semoga kita tidak mudah lalai mengabaikan perjanjian kita dengan Allah, karena itu satu-satunya jalan utama menuju kesuksesan yang diberkahi keberuntungan Tuhan.
http://bisnislami.blogspot.com
***

INFO BISNIS Pengolahan emas dan perak untuk Anda!





Anda tertarik dengan bisnis pengolahan emas dan perak PT Freeport di Papua (Irian Jaya)?
Kami memiliki teknologi floating yang sama dengan Freeport dalam mengolah batu dan pasir emas, batu perak, dan batu galena.
Teknologinya lebih sederhana.

Tidak perlu dana besar. Hasil penemuan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bila berminat silakan hubungi danaanwari@yahoo.com.
Terima kasih.
http://bisnislami.blogspot.com
***

Kunjungi asianbrain.com, supexteam.com, modalbisnis.com, smart17.wordpress.com dan situs lainnya seraya saling berkata: "Tidak boleh menipu!"

Prinsip bisnis di internet adalah kepercayaan dan tidak boleh saling menipu, benarkah? Bukankah penjual dan pembeli tidak saling bertemu? Tapi mereka saling percaya, atau setidaknya memulai transaksi dengan saling menaruh kepercayaan. Bukankah itu suatu permulaan yang indah?
Semoga permulaan yang indah itu dapat menciptakan bangunan persekutuan bisnis yang indah pula. Semoga kepercayaan itu saling dijaga selamanya. Semoga kita selalu menyadari bahwa keuntungan bisnis yang hendak kita raih adalah keberuntungan dari Allah. Hanya dengan keberuntungan dari Allah sajalah maka hidup kita akan selamat, damai dan sejahtera. Amin ya Allah.

Mari kita saling mengingatkan prinsip ajaran bisnis Nabi Muhammad saw, yakni bersikap jujur dan tidak menipu. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda, "Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!” Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu! (Hadis riwayat Bukhari & Muslim:870)
bisnislami.blogspot.com
***