Sunday, October 26, 2008

Bisnis kita yang paling utama adalah berbisnis dengan Allah, Tuhan kita


By Dana Anwari. Bisnis utama kita adalah berbisnis dengan Allah. Kita rida kepada Allah. Allah pun rida kepada kita. Kita rida melaksanakan perintah Allah. Allah pun rida menjadikan kita sukses. Kita rida menjauhi larangan Allah. Allah pun rida menjadikan kita beruntung. Kita menjual jiwa raga dan harta kita dengan rida berjuang di jalan Allah, Allah pun membelinya dan rida memberikan surga-Nya.

Bisnis kita yang utama adalah berbisnis dengan Allah. Kita membeli kenikmatan (surga)-Nya dengan menjual jiwa raga & harta benda kita di jalan-Nya. Sebagaimana firman Allah kepada seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad saw dalam Al Quran surat At Taubah ayat 111:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Verily, Allâh has purchased of the believers their lives and their properties for (the price) that theirs shall be the Paradise. They fight in Allâh’s Cause, so they kill (others) and are killed. It is a promise in truth which is binding on Him in the Taurât (Torah) and the Injeel (Gospel) and the Qur’ân. And who is truer to his covenant than Allâh? Then rejoice in the bargain which you have concluded. That is the supreme success.
bisnislami.blogspot.com
***

Uang tidak maha kuasa, tapi Allah Yang Maha Berkuasa

By Dana Anwari. Rezeki gratis dari Allah banyak yang diberikan-Nya kepada kita seperti udara untuk bernafas, bumi untuk menetap, dan langit sebagai atap.
Tapi untuk menikmati udara-Nya yang segar, kita harus punya uang untuk pergi berlibur ke pantai atau ke pegunungan.
Untuk tinggal di bumi-Nya yang nyaman, kita harus punya uang untuk membeli rumah agar terhindar dari terik matahari dan hujan.
Dan untuk memperoleh kenikmatan-Nya yang sempurna, yakni surga-Nya,
uang dapat kita manfaatkan untuk membeli tiketnya
asalkan kita tahu caranya.

Yang Maha Berkuasa menyenangkan kehidupan kita adalah Tuhan kita: Allah. Bukannya uang yang maha kuasa, karena uang hanyalah sarana. Tidak percaya? Memang Allah swt lah yang membuat langkah bisnis kita menjadi mudah. Lalu kalau Allah sudah menjadikan langkah bisnis kita menjadi mudah, mengapa kita membuatnya menjadi sulit? Jawabannya hanya satu: semakin ingatlah kita kepada Tuhan kita yang menjadi tempat kita kembali.
Bacalah firman Allah kepada semua umat manusia yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dalam Al Quran surat Al Mulk ayat 15:
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
He it is Who has made the earth subservient to you (i.e. easy for you to walk, to live and to do agriculture on it); so walk in the path thereof and eat of His provision. And to Him will be the Resurrection.
bisnislami.blogspot.com
***

Kegagalan atau keberhasilan kita ditentukan oleh kompanyon yang kita pilih

By Dana Anwari. Apakah kita ingin berhasil? Atau kita memilih ke dalam kelompok yang menginginkan kegagalan?
Untuk suatu kebaikan yang berkah, tentu kita ingin berhasil. Untuk kebatilan yang dibenci Tuhan, tentu kita menginginkan kegagalan.
Dalam berbisnis, kegagalan atau keberhasilan ditentukan oleh pilihan kita terhadap kompanyon bisnis kita. Simaklah firman Tuhan dan sabda Nabi Muhammad saw:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. (QS Ali Imran:118)

O you who believe! Take not as (your) Bitânah (advisors, consultants, protectors, helpers, friends) those outside your religion (pagans, Jews, Christians, and hypocrites) since they will not fail to do their best to corrupt you. They desire to harm you severely. Hatred has already appeared from their mouths, but what their breasts conceal is far worse. Indeed We have made plain to you the Ayât (proofs, evidence, verses) if you understand.

Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberi-kan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan menda-patkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (1514-HR Bukhari & Muslim)
bisnislami.blogspot.com
***

Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!

By Dana Anwari. Jujur dan jangan menipu. Itulah prinsip bisnis yang diajarkan oleh teladan kita, Nabi Muhammad saw.
Sebelum kita bersikap jujur kepada orang lain, marilah kita jujur kepada diri sendiri. Bila kita tidak jujur kepada diri sendiri, bagaimana kita mau membuat kelemahan kita menjadi berkurang? Karena tidak bisa menilai secara obyektif kelemahan diri sendiri, maka kita jadi salah memperbaiki kekurangan kita. Kita akhirnya tidak mampu mengubah kelemahan itu menjadi suatu kebangkitan kekuatan baru.
Apa yang dihasilkan dari suatu tipuan? Kepalsuan.

Hasil yang palsu. Karena, diraih dengan kepalsuan. Kepalsuan tidak pernah melegakan. Kepalsuan bukan suatu kenyamanan. Adakah orang yang memilih hidup dalam ketidak-nyamanan?
Sesulit apa pun, tampaknya, perintah Allah, bila kita menyakininya sebagai kebenaran dalam jiwa, maka yang kita rasakan adalah kenyamanan. Pernahkan kita merasakan nyamannya mendirikan shalat? Pernahkan kita merasakan nyamannya berpuasa? Pernahkah kita merasakan nyamannya bersedekah? Pernahkah kita merasakan nyamannya umrah dan berhaji?
Marilah kita merasakan nyamannya bersikap jujur dan tidak menipu. Simaklah riwayat Nabi kita yang turun temurun ini. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!” Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu! (Hadis riwayat Bukhari & Muslim:870)
bisnislami.blogspot.com
***

Ambillah rezeki kita yang sudah disediakan Allah


By Dana Anwari. Tuhan sudah menyediakan rezeki-Nya untuk kehidupan kita di bumi ini. Raihlah dengan berdagang! Lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.

Jangan kuatir tidak memperoleh rezeki-Nya, karena Allah sudah menyiapkannya buat kita. Maka, raihlah dengan bekerja keras!
Jangan enggan berusaha karena meyakini Allah pasti tetap memberikan rezeki-Nya kepada kita meskipun kita bermalas-malasan. Maka, bekerjalah lebih cerdas!
Jangan berputus asa karena masih merasa kesulitan meraih rezeki-Nya. Maka, kenali lagi Tuhanmu: Allah!
Jangan sewenang-wenang melupakan Allah atas rezeki yang telah berhasil kita peroleh. Maka, bersyukurlah!
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik,” begitu kubaca di surat Al Hasyr ayat 19 Al Quran.

And be not like those who forgot Allâh (i.e. became disobedient to Allâh), and He caused them to forget their ownselves, (let them to forget to do righteous deeds). Those are the Fâsiqûn (rebellious, disobedient to Allâh).

Masihkah kita tidak percaya kalau kita harus terus bersyukur kepada Allah?
Bacalah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw di Al Quran surat Hud ayat 6 : Dan tidak ada suatu binatang melata pun (yang dimaksud ‘’binatang melata’’ di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa) di bumi melainkan Allah- lah yang memberi rezekinya.
And no moving (living) creature is there on earth but its provision is due from Allâh.

Simaklah firman Allah yang menyatakan Dia telah menyediakan keperluan kita di bumi ini, Al Quran surat Al Hijr ayat 19-20 : Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.
And the earth We have spread out, and have placed therein firm mountains, and caused to grow therein all kinds of things in due proportion. And We have provided therein means of living, for you and for those whom you provide not (moving (living) creatures, cattle, beasts, and other animals).
bisnislami.blogspot.com
***

Cari keuntungan dengan cara yang halal. Itu menjadi bukti kesuksesan kita berbisnis dengan Tuhan

By Dana Anwari. “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.“ Begitu kubaca dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147.
(This is) the truth from your Lord. So be you not one of those who doubt.

Lalu, mengapa kita rusak hati kita dengan menjadi orang peragu, yang menempatkan diri di antara keimanan dan kekafiran?
Bila kita menyantap sesuatu yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan diri kita jadi rusak?
Bila kita menikmati kesenangan yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan jiwa kita jadi rusak?
Kerusakan diri dan jiwa itu menjadikan seluruh kesuksesan yang pernah kita capai jadi rusak pula, tiada berarti.
Jadikanlah keuntungan bisnis yang kita raih menjadi suatu keuntungan di mata Tuhan.
Jadikanlah kesuksesan bisnis yang kita raih menjadi suatu kesuksesan di mata Tuhan.

Marilah kita ingat ajaran Nabi kita, Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim (913): Hadis riwayat Nu’man bin Basyir ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda (Nu’man menggerakkan jari-jemari ke telinganya), “Sesungguhnya perkara yang halal itu telah jelas dan perkara yang haram itu pun telah jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (tidak jelas hukumnya) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, barangsiapa menghindari perkara syubhat, ia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan orang yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti telah terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembalakan di sekitar tempat terlarang, maka kemungkinan besar gembalaannya akan masuk ke tempat terlarang itu.
Ketahuilah! Sesungguhnya setiap penguasa itu memiliki daerah terlarang.
Ketahuilah! Sesungguhnya daerah terlarang milik Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya.
Ketahuilah! Sesungguhnya di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka akan baik pula seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka akan rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.”

bisnislami.blogspot.com
***

Membangun kebersamaan bisnis yang kokoh tidak mungkin terjadi bila mengabaikan visi ketauhidan

By Dana Anwari. Visi ketauhidan adalah cara memperkokoh bangunan kebersamaan bisnis yang berdaya tahan lama.
Semua khilaf yang terjadi dikembalikan kepada Tuhan.
Semua salah yang mengganggu dikembalikan kepada Tuhan.
Tiada manusia yang sempurna. Hanya Tuhan Yang Maha Sempurna.
Bila yang khilaf dan bersalah menyadari kesalahannya lalu memperbaiki kinerjanya dan bertanggungjawab menyelesaikan tugasnya hingga berhasil, bukan hanya mitra bisnisnya yang tersenyum. Tuhan pun tersenyum.
Tuhan menyukai orang yang berbuat dosa lalu memohon ampunan-Nya dengan tidak mengulangi dosanya, bahkan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik lagi.

Ingatlah firman-Nya yang selalu bisa kita baca dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

And hold fast, all of you together, to the Rope of Allâh (i.e. this Qur’ân), and be not divided among yourselves, and remember Allâh’s Favour on you, for you were enemies one to another but He joined your hearts together, so that, by His Grace, you became brethren (in Islâmic Faith), and you were on the brink of a pit of Fire, and He saved you from it. Thus Allâh makes His Ayât (proofs, evidence, verses, lessons, signs, revelations, etc.,) clear to you, that you may be guided.
bisnislami.blogspot.com
***