Thursday, March 8, 2012

About adenium

Perbanyakan Adenium umumnya dilakukan dengan dua cara , yaitu dengan menyilangkan (generatif) dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif dilakukan melaluii biji. Sementara perbanyakan vegetatif dilakukan dengan teknik stek , cangkok , okulasi , sambung (grafting) , sisip , atau pemecahan akar. Yang perlu diperhatikan didalam melakukan perbanyakan Adenium secara generatif (persilangan) akan dihasilkan anakan yang berbeda dengan induknya. Sementara anakan hasil perbanyakan vegetatif mewarisi sifat-sifat unggul induknya. Dibawah ini akan ditunjukkan macam-macam cara untuk memperbanyak Adenium koleksi anda.
A. MEMPERBANYAK DENGAN BIJI
Warna bunga yang cerah saat mekar mengundang serangga seperti lebah untuk mengisap madu. Saat hinggap di bunga secara tidak sengaja , kaki lebah menyentuh benang sari , lalu menempel pada putik bunga lain. Dengan menempelnya serbuk sari ke kepala putik maka terjadilah penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil maka bakal buah akan membesar san berkembang menjadi buah. Buah adenium berbentuk panjang dan terdiri dari dua buah. Setelah dua bulan kemudian , buah adenium akan matang. Menjelang buah matang ditandai warna buah hijau kecokelatan. Pada saat itu , buah sebaiknya diikat dengan tali. Pengikatan bertujuan agar biji-biji yang berumbai tidak beterbangan saat buah matang dan pecah.
Saat buah matang , biji diambil dan bulu-bulu yang menempel di biji dibuang. Selanjutnya , biji dijemur hingga kering atau sekitar 2 jam. Setelah itu biji siap disemai. Media sekam bakar dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 adalah media semai paling baik digunakan untuk menyemai biji adenium. Adapun tahap penyemaian adalah sebagai berikut:

1. Siapkan tray atau pot berdiameter 5 cm sebagai wadah penyemaian. Selanjutnya , masukkan media semai ke dalam wadah tersebut setinggi 3/4 wadah.
2. Buat lubang tanam dengan jari telunjuk atau kayu di tengah pot.
3. Masukkan biji yang telah kering dengan posisi miring atau horisontal. Dalam satu pot ditanam satu biji. Tutupi biji dengan media.
4. Siram media semai secukupnya dengan air yang sudah dicampur obat anticendawan.
5. Letakkan pot di tempat teduh atau dinaungi.
Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.

B. MEMPERBANYAK DENGAN STEK

Sa mo mei guei , julikan adenium di Taiwan , termasuk tanaman yang mudah diperbanyak dengan setek. Bahan setek dipilih dari induk yang sehat dan cukup tua. Cirinya batang berukuran besar , sehat , dan berdiameter minimal 2 cm. Batang yang terlalu kecil dan muda mempunyai tingkat resiko kegagalan yang cukup besar. Setek jangan diambil dari batang utama karena sulit bertunas. Tahapan perbanyakan dengan setek dijelaskan sebagai berikut:

1. Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam dan steril agar tanaman tidak terinfeksi.
2. Setelah dipotong , kering anginkan batang ditempat yang teduh selama 1-2 jam agar luka bekas pemotongan kering. Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar matahari langsung.
3. Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang akar , lalu kering anginkan dengan selama 1-2 jam. Setelah itu , tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5 cm.
4. Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya , letakkan tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah , sekitar 60-70%.
Setelah 6-7 hari , tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih panas. Pada saat itu , tanaman mulai segar. Jika 12-14 hari kemudian tanaman belum mengeluarkan tunas dan batang terlihat kurus mk perbanyakan dengan setek dianggap gagal. Pekebun di Indonesia jarang menggunakan cara setek untuk memperbanyak tanaman karena relatif sulit dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan bonggol.
C. MEMPERBANYAK DENGAN SAMBUNG
Perbanyakan dengan sambung atau grafting paling banyak dilakukan oleh pekebun adenium. Cara grafting dilakukan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari jenis tanaman yang berbeda. Keunggulan cara ini adalah dihasilkan tanaman yang lebih unggul dibandingkan dengan induknya karena diambil dari jenis yang berbeda. Selain itu , cara ini lebih cepat dan tingkat kegagalannya rendah. Secara lengkap , teknik sambung dijelaskan pada bab berikutnya.



ADENIUM SPECIES

Kamboja jepang yang dikenal hobiis adalah adenium obesum. Bunganya berbentuk bintang dan berwarna merah cerah. Adenium obesum merupakan jenis paling umum dijumpai dan terdiri dari banyak varietas , antara lain oleifolium , boehmianum , socotranum , somalense , obesum , dan swazicum. Kini adenium memiliki banyak variasi , ada yang berbunga besar , mahkota berdiameter 7 - 12cm , dan mahkota mini kurang dari 5 cm. bahkan , beberapa jenis memiliki corak pada mahkotanya. Jenis-jenis terbaru itu merupakan hasil persilangan dari adenium spesies. Di negara asalnya , gurun pasir Afrika , adenium memiliki beragam jenis. Sosoknya ada yang mini , semak liar hingga tumbuh raksasa. Adenium spesies Adenium spesies ini merupakan adenium yang belum disilangkan.Jenis adenium spesies yang banyak di tanam di indonesia adalah adenium obesum , beberapa adenium spesies tersebut antara lain sebagai derikut.
1.ADENIUM OBESUM VAR. OBESUM
Adenium yang dikenal dengan sebutan desset rose ini banyak di temukan di selatan gurun pasir Arab , Natal , atau Tazmania. Tinggi tanaman bisa mencapai 5-10 m. Daun panjang berukuran 3 -10 cm dengan ujung membulat. Jenis ini memiliki variasi bentuk dan warna yang banyak. keunggulan adenium ini pertumbuhanya termasuk cepat da rajin berbunga. bunga berbentuk bintang dengan corak panjang. Bunga berwarna merah muda hingga merah cerah dan corong berwarna putih.
 
2. ADENIUM OBESUM VAR. BOEHMIANUM

Boehmianum tumbuh subur di Namibia dan bagian selatan Angola. Adenium tersebut memiliki daun terlebar di antara adenium spesies lain. Lebar daun mencapai 10 -15 cm. Daun derwarna hijau pucat dan agak keabu-aduan. Sepintas bentuk bunganya mirip dengan varietes atau jenis swazicum , bunga berwarna merah muda pucat dan ungu. Sayangnya , pertumbuhan tanaman ini relatif lambat dan malas berbunga.


3.ADENIUM OBESUM VAR. MULTIFLORUM
Habitat asli multiflorum adalah Zimbabwe , Tazmania , dan bagian timur Afrika Selatan. Dibanding adenium lainnya , multiflorum memiliki bunga yang paling indah. Bunganya berbentuk bintang dengan daun yang agak lancip. Warna bunga merah dengan pingir merah cerah. Tanaman ini hanya berbunga satu tahun sekali dan membutuhkan lingkungan yang sangat kering untuk memunculkan bunga. Masyarakat Afrika menyebut jenis ini impala lelie atau impala lily . Sosoknya berbeda dengan A. obesum . Ia banyak dijumpai tumbuh menyemak . Selintas bentuknya lebih kokoh , bunga lebat , tegak lurus . Di habitat aslinya ukuran akarnya sangat besar . Pertumbuhan multiflorum hasil perbanyakan biji sangat cepat. Apalagi jika ditanam pada daerah dingin. pada musim dingin , multiflorum mampu memunculkan banyak bunga. Meski berbunga sekali dalam setahun tetapi bunga A. multiflorum lebih lebat sehingga bisa menyelimuti tajuk . Dalam setahun , A. multiflorum berbunga selama 2 hingga 4 bulan . Ukuran bunga tak jauh berbeda dengan A. obesum 6 - 7 cm . Pada umur 4-5 , ia sudah rajin menghadirkan kecantikan bunga .
4 ADENIUM OBESUM VAR. OLEIFOLIUM
Varietas oleifolium banyak ditemukan di Afrika Selatan , Namibia , dan sebelah selatan Bostwana. Ciri khas tanaman ini memiliki daun berwarna hijau keabu-abuan dan mengkilap. Panjang daun 10 cm dan lebar 0,5 - 1,5 cm. bunga berwarna merah muda dengan corong putih. Oleifolium termasuk berbunga mini dengan diameter 2-5 cm. Warna mahkota bunga pink dengan corong putih atau kuning keemasan . Itupun hanya mekar selama beberapa bulan selama musim panas . Pertumbuhan tanaman ini relatif lambat.

5 ADENIUM OBESUM VAR. SOCOTRANUM
Adenium varietas socotranum banyak dijumpai di pulau Socotra , Yaman. Tanaman ini tumbuh meraksasa dengan tinggi 5m dan diameter batang 1 ,5 m. batangnya berwarna coklat keemasan dengan kanopi daun tampak menyempit. Jenis socotranum lambat mengeluarkan bunga ketika umbi akar seukuran bola tenis. Bunga berwarna merah cerah dengan diameter mahkota 10-13 cm. 6 Adenium obesum var. somalense Jenis Somalense termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan berbunga. Tinggi tanaman asal Somalia itu bisa mencapai 3 m. Ciri tamaman antara lain bertulang daun menonjol. Keistimewaan somalense adalah bunganya memiliki corak setrip seperti anggrek. Bunga berwarna merah muda hingga merah terang. Bunga berukuran sedang , berdiameter lebih dari 5 cm , mahkota berbentuk bintang , dan corong berwarna putih. Jenis - jenis varietas thai socotranum

7 ADENIUM OBESUM VAR. SWAZICUM
Tanaman ini banyak ditemukan di Natal dan Swaziland. sepintas sosok swazicum mirip boehmianum. Daun jenis swazicum sedikit lebih lebar dan lebih pendek. bunganya berwarna merah muda hingga merah cerah dan ungu muda. Ukuran diameter bunga berkisar 6-7 cm. Benang sari bunga berukuran pendek dan tersembunyi dalam corong bunga. Tanaman ini bisa bertahan di daerah dingin , meski pertumbuhannya lambat , adenium swazicum termasuk mudah diperbanyak.


8. ADENIUM ARABICUM
Adenium arabicum termasuk jenis langka. Tak semua nurseri di dunia mengoleksinya. Penampilannya sangat eksotis karena batangnya besar dengan percabangan banyak. Takheran jika banyak diburu untuk dijadikan batang bawah. Keistimewaan tanaman yang berjuluk queen of thousand flower ini adalah rajin berbunga. Bunganya berwarna putih dengan pinggiran merah muda dan corong putih. Namun tanaman ini sulit di perbanyak. Ukuran bunga mencapai sekitar 4-8 ,5 cm.
varietas arabicum dan arabicum thai soco ( bukan socotranum dari pulau socotra )

somalense merupakan species yang lain. berasal dari somalia selatan sampai daerah di kenya dan tanzania. di somalia dan beberapa area di kenya , tanaman ini merupakan tanaman berukuran kecil sampai berukuran 15 kaki dengan bonggol batang berukuran sangat besar. tetapi didaerah lain cenderung menyemak menyerupai obesum. bunganya berukuran agak kecil
varietas somalense lainnya
 


MEMPERINDAH ADENIUM

TRAINING ADENIUM HASIL BURUAN | TRAINING BONGGOL & AKAR ADENIUM | ADENIUM GRAFTING | TRAINING BATANG ADENIUM | MEMBUNGAKAN ADENIUM

MEMPERINDAH TAMPILAN ADENIUM

Daya tarik adenium tak hanya dari bunga. Akar dan batangnya pun memikat. Adenium memiliki akar yang unik. Ukuran akar dan batang semakin besar seiring bertambahnya umur tanaman. Pertumbuhannya pun tak hanya lurus menjulang menantang matahari , tapi bisa meliuk ke kiri dan ke kanan. Batang yang indah menampilkan kesan kokoh dan kuat. Batang bisa dibentuk sehingga akan tampak lebih unik dan lebih eksklusif.
A. TRAINING ADENIUM BARU (HASIL BURUAN)
Tanaman Adenium yang akan digunakan untuk dikoleksi ataupun untuk tujuan komersial sering didapatkan dari berburu , baik berburu di rumah-rumah penduduk ataupun di penjual tanaman hias. Adenium yang didapatkan seringkali tidak dipelihara dengan baik , dan juga tumbuh semau gue. berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah untuk mempercantik adenium hasil buruan , sampai dapat ditanam di pot.

Menanam kembali adenium hasil buruan kerapkali dilakukan dengan cara "biasa" oleh sebagian kalangan penghobby adenium. Berikut ini juga akan diberikan langkah-langkah untuk "menghargai potensi tanaman adenium anda" - yang tidak sekedar tumbuh sehat dan berbunga banyak saja - yang tidak dilakukan oleh tukang tanaman biasa yang tidak memiliki taste artistik , termasuk juga inspirasi cara mempose adenium anda dengan sudut pandang professional , yang akan memberikan efek luar biasa bagi penampilan adenium anda.

A. TRAINING BONGGOL AKAR
Banyak hobiis menyangka bahwa bentuk bonggol yang unik hanya bisa diperoleh dari alam atau hasil perbanyakan biji. Apalagi di alam atau kebun , adenium berbonggol bagus termasuk langka. Di setiap kontes adenium , tanaman berbongol indah selalu menjadi primadona dn meraih juara. Dengan predikat juara tersebut , harga tanaman pun terdongkrak naik.
Meskipun langka , bentuk bonggol yang unik seperti menjuntai atau dikepang bisa dibentuk sendiri. Tak hanya batang dan cabang yang bisa dipermk , akar adenium juga bisa dirangkai. Lazimnya akar adenium hasil perbanyakan biji berukuran besar dan menggembung seperti bonsai.
Akar adenium hasil setek berbentuk serabut tidak bisa dikembungkan. Oleh kaena itu , untuk mendapatkan akar adenium yang menggembung harus dari biji. Semai biji di dalam polibag. Setelah tumbuh akar , angkat sendiri , supaya akar bawah saja yang mencari makanan. Dengan sendirinya akar atas akan menggembung. Beberapa nursery menjual biji adenium dari berbagai varietas.
Merangkai akar adenium tidaklah mudah. Pertama , cabut tanaman dari medianya. Letakkan tanaman ditempat teduh dan jangan terkena air. Dengan cara itu akar adenium akan tumbuh memanjang. Jika akar telah panjang , cabut dan layukan selama1-2 hari. Setelah akar lemas , pilin akar sehingga menyerupai kepang rambut. Dengan bentuk akar terpilin seperti itu membuat harga adenium meningkat menjadi 2 kali lipat. Bentuk akar menjuntai harganya bisa meningkat 3 kali lipat. Padahal bentuk rebah relatif lebih gampang dibentuk. Akar itu terbentuk karena pot jatuh sehingga rebah dan tumbuh mengikuti arah matahari.
B. MEMPERBESAR BONGGOL
Kelangkaan bonggol bagus membuat beberapa pekebun di tanah air bereksperimen merancang bonggol sejak tanaman muda. Bonggol muda berukuran 4-5 cm sudah bisa dibentuk. Tanaman yang sakit pun masih diselamatkan dan dibentuk. Dari sisa umbi masih bisa tumbuh akar. Bahkan , bentuknya lebih rapi karena akar muncul serempak dari pinggir bonggol yang sudah menganga.
Memaksa bonggol untuk tumbuh membesar memang relatif sulit dn resikonya esar. salah potong dan penanganan yang tidak tepat membuat tanaman merana dan mati. Itu sebabnya kebanyakan hobiis menggunakan tanaman sakit untuk dipotong. Toh , jika tanaman mati tidak merasa rugi. Sebenrnya beberapa pekebun malah menggunakan bonggol baru yang sehat. Justru tanaman yang sehat lebih cepat pulih setelah dilukai. Masa pemulihan tanaman yang relatif lama , bahkan beresiko mati.
Pilih tanaman yang batangnya berwarna hijau , mulus , dan bebas penyakit puru. Meskipun bentuk bonggol bagus , tetapi jika dipenuhi dengan puru akan mengurangi keindahan tanaman. Selain sehat , syarat lain adalah pertumbuhan tanaman harus bagus. Itu ditandai dengan adanya guratan di sekitar bonggol yang menandakan pertumbuhannya cepat.
Supaya penampilan terlihat cantik dan unik , gunakan bonggol sehat dan bercabang banyak. Tidak ada syarat khusus untuk ukuran tanaman , baik kecil dan besar bisa dipermak menjadi besar. Jika digunakan bonggol bercabang banyak , ketika besar sosok tanaman akan terkesan eksklusif. Setelah tanaman tersedia , pemolesan bisa dilakukan seperti berikut:
1. Siapkan pisau atau cutter yang tajam dan steril. Bersihkan pisau dengan alkohol 70% atau dipanaskan di atas api agar terbebas dari kuman penyakit.
2. Cabut tanaman dari pot perlahan-lahan dengan cara mengoyang-goyangkan agar merenggang. hal itu bertujuan agar akar tidak putus.
3. Letakkan tanaman diatas kertas atau talenan.
4. Potong tanaman tepat di bagian yang paling besar dari bonggol. Lakukan perlahan-lahan supaya bonggol tidak retak. Setelah , itu celupkan batang yang sudah dipotong ke dalam larutan fungisida selama 6-10 menit.
5. Selanjutnya , angkat dan keringanginkan di tempat teduh selama 30-60 menit.
6. Setelah batang terasa , olesi dengan zat perangsang akar , Rooton F atau Atonik untuk memacu pertumbuhan akar. Supaya bekas potongan steril , olesi luka dengan bawang putih. Bawang putih bukan untuk memacu pertumbuhan , tapi mensterilkan luka. Selanjutnya , keringanginkan di tempat teduh selama 5-10 menit.
7. Tanam kembali dan simpan di tempat teduh.





 

No comments:

Post a Comment